BEKASI - Langkah inovatif ini diambil untuk membekali siswa dengan keterampilan abad ke-21, di mana kemampuan desain digital dan manufaktur mandiri menjadi semakin krusial.
Membawa Imajinasi Menjadi Realitas
Melalui program 3D Printing ini, para siswa tidak hanya belajar teori di atas kertas, tetapi juga diajak untuk memvisualisasikan ide mereka dalam bentuk fisik. Proses pembelajaran mencakup:
- Design Thinking: Siswa belajar memecahkan masalah melalui perancangan objek.
- Pemodelan 3D: Menggunakan perangkat lunak khusus untuk membuat desain digital.
- Eksekusi Teknis: Memahami cara kerja mesin printer 3D dan pemilihan material.
Mengapa 3D Printing?
Kehadiran fasilitas ini di Peachblossoms School bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan industri teknologi. Dengan menjadi sekolah pertama di Harapan Indah yang mengadopsi teknologi ini, Peachblossoms membuktikan komitmennya sebagai pemimpin dalam inovasi pendidikan di wilayah tersebut.
"Kami ingin siswa kami tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga pencipta (creator). Dengan 3D printing, batas antara imajinasi dan kenyataan menjadi semakin tipis," ujar perwakilan dari Peachblossoms School.
Dampak Bagi Siswa
Selain mengasah kreativitas, pelajaran ini juga memperkuat pemahaman siswa dalam bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Sebagai contoh, dalam pelajaran matematika, siswa dapat mencetak bangun ruang yang kompleks, atau dalam pelajaran seni, mereka bisa menciptakan karya orisinal yang presisi.
Dengan dimulainya program ini, Peachblossoms School sukses menetapkan standar baru bagi sekolah-sekolah lain di Kota Harapan Indah dalam hal kesiapan menghadapi era digitalisasi dan industri 4.0.
Berikut ini adalah project 3D design dan 3D printing siswa kelas 9 di Peachblossoms School
Berikut ini adalah project 3D design dan 3D printing siswa kelas 9 di Peachblossoms School
Comment